Penampilan Perdana Yang Menawan
![]()
STRIKER Andrei Arshavin menjalani laga perdananya di Euro 2008 dengan gemilang. Ya, Arshavin membawa Rusia membungkam Swedia 2-0 di Stadion Tivoli Neu, Kamis
Anggota Geng Nero Ditangkap Polisi
Pati – Sekelompok pelajar putri di Kecamatan Juwana, Pati, yang menamakan diri Geng Nero, Jumat, ditangkap Polisi, karena keberadaannya sangat meresahkan masyarakat.
Penangkapan gang nero berawal dari laporan masyarakat dan beredarnya video aksi kekerasan Geng Nero di Gang Cinta, Desa Bajomulyo, Kecamatan Juwana di kalangan masyarakat.
Keempat orang anggota gang nero tersebut terdiri atas Ratna, Yunika, Maya, dan Tika, yang masih duduk di bangku kelas I SMU yang berbeda-beda di Kabupaten Pati.
Menurut Kapolres Pati AKBP Hilman Thayib melalui Kasat Reskrim AKP Sulkhan, di Pati, Jumat, penangkapan dilakukan di rumah masing-masing anggota yang berada di Kecamatan Juwana tanpa perlawanan.
Ia mengakui, penangkapan tersebut berkat laporan dari masyarakat dan penyebaran video rekaman kekerasan mereka.
Ditambahkannya, anggota mereka semula berjumlah enam orang, kini tinggal empat orang saja. “Dua orang anggota lainnya sudah pindah rumah, ada yang di Bali dan Yogyakarta,” katanya.
Dalam video rekaman kekerasan gang tersebut, korban yang bernama Lusi, siswi kelas III SMP mendapat tamparan secara bergantian oleh anggota geng tersebut. Bahkan, korban sempat diludahi pelaku.
Ratna, salah satu anggota Geng Nero, mengakui, aksi kekerasan tersebut timbul karena ada masalah dengan Lusi.
Lantas, dia menceritakan permasalahan yang dihadapinya kepada ketiga temannya.
Sedangkan pembuatan rekaman video tersebut, dilakukan sekitar April lalu di Gang Cinta.
Saat aksi kekerasan dilakukan, Ratna, siswi SMU di Juwana mengaku, tidak ikut memukuli Lusi. “Yang menampar Lusi adalah Tika sama Yunika,” kata Ratna.
Sedangkan Tika, siswi kelas I di SMU Juwana mengakui, dirinya ikut menampar Lusi sebagai bentuk aksi solidaritas terhadap temannya yang dihina oleh korban.
Menurut pengakuan sejumlah pelaku, terbentuknya gang nero saat mereka masih duduk dibangku sekolah dasar (SD).
Sementara itu, salah satu anggota Komite di dua sekolah di Kecamatan Juwana dan Batangan, Jamari, mengaku prihatin dengan aksi mereka.
“Pihak sekolah sudah memanggil orang tua masing-masing anggota gang nero tersebut,” katanya.
Terkait dengan arti gang nero, Jamari, mengungkapkan bahwa Nero diartikan jika “neko-neko” (bahasa jawa) dikeroyok atau macam-macam dikeroyok.(*)
Ancaman Boikot Pemilu 2008 dari Gus Dur
Jakarta – Presiden RI periode 1999-2001, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), mengancam kembali bahwa Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) akan memboikot Pemilihan Umum (Pemilu) 2009, apabila terus terjadi kecurangan dalam pemilihan kepala daerah (pilkada).
Kepada pers di Jakarta, Kamis, Ketua Umum Dewan Syura Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB itu menyatakan, selama ini banyak kecurangan di dalam pilkada yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD).
“Ini sesuai dengan laporan yang disampaikan oleh pengurus PKB di berbagai tingkatan di daerah,” kata Gus Dur.
Oleh karena itu, Gus Dur mendesak Pemerintah, agar segera melakukan berbagai pembenahan.
Jika tidak ada pembenahan, katanya, maka PKB pasti akan memboikot Pemilu 2009. Mantan presiden itu juga mengajak masyarakat untuk melakukan hal yang sama.
Gus Dur memperkirakan jumlah golput (warga yang tidak menggunakan hak pilih) bisa saja mencapai 65 persen jika tidak ada jaminan Pemilu yang jujur.
“Mana ada pemerintah yang memiliki legitimasi hanya 35 persen,” katanya menambahkan. (*)
Djoko Suprapto Akui Hanya Manfaatkan Energi Ramah Lingkungan
Nganjuk – Djoko Suprapto, yang sempat menarik perhatian publik lantaran dikaitkan program Blue Energy, menegaskan bahwa selama ini pihaknya hanya memanfaatkan air sebagai energi alternatif yang ramah lingkungan.
“Ini tidak ada kaitannya dengan Blue Energy. Ya ini temuan saya, bahan bakar alternatif yang memanfaatkan air,” katanya saat uji temuannya di halaman rumahnya di Dusun Turi, Desa Ngadiboyo, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur (Jatim), Kamis.
Ia mengakui, temuannya itu tidak murni menggunakan air saja, namun juga ada bahan bakar minyak lainnya, berupa solar. Hanya perbandingannya 70 persen air dan 30 persen solar yang mampu menghidupkan genset. Solar itu ditempatkan di jeriken berukuran lima liter yang posisinya lebih tinggi ketimbang tabung berisi air.
“Bahkan, saya sudah mencobanya 90 persen air dan 10 persen solar untuk menghidupkan genset ini,” katanya, di tengah deru mesin gensetnya.
Meskipun belum pernah diuji ke mesin lainnya, namun dia menjamin bahwa mesin yang menggunakan bahan bakar dari air yang dimasukkan dalam tabung khusus ciptaannya itu akan berumur panjang.
“Anda rasakan sendiri derunya lebih halus dan tidak berasap sedikit pun. Alat-alat ini mudah didapat di dalam negeri, dan tidak mahal,” kata pria 48 tahun yang beberapa waktu sebelumnya dikabarkan menghilang itu.
Menurut dia, air yang dimasukkan ke dalam tabung khusus itu diproses dengan katalisator-katalisator tertentu untuk menghasilkan karbon yang mampu menjadi energi alternatif. (*)